Psychology Archetypes3 November 2026

Cara Melatih Self-Awareness untuk Karir: 3 Kebiasaan dari Riset Tasha Eurich

Self-awareness bisa dilatih seperti skill kerja lainnya. Tiga kebiasaan dari riset Tasha Eurich, plus kenapa makin senior seseorang justru makin gampang buta soal dirinya.

Cover SPYLL: Cara Melatih Self-Awareness untuk Karir: 3 Kebiasaan dari Riset Tasha Eurich. Diagram tiga anak tangga.

Cara melatih self-awareness untuk karir ada tiga: ganti pertanyaan kenapa jadi apa, minta masukan jujur dari orang yang peduli padamu, dan catat pola kerjamu tiap minggu. Dua yang pertama berasal dari riset psikolog organisasi Tasha Eurich, yang memperlakukan self-awareness sebagai skill yang bisa dilatih, bukan sifat bawaan.

Kalimat "dia emang dari sananya kurang self-aware" sering terdengar di kantor, seolah kesadaran diri itu warisan genetik. Riset Eurich justru menunjukkan kebanyakan orang merasa sudah self-aware padahal belum, dan jaraknya bisa dipersempit dengan kebiasaan yang cukup sederhana.

Self-awareness itu bakat atau skill?

Eurich dan timnya menjalankan 10 penelitian dengan hampir 5.000 partisipan, lalu merangkum hasilnya di Harvard Business Review (2018). Temuannya, kebanyakan orang yakin dirinya self-aware, tapi tim Eurich memperkirakan cuma 10 sampai 15 persen yang benar-benar memenuhi kriteria. Kalau definisinya masih kabur buatmu, mulai dari artikel apa itu self-awareness.

Risetnya memisahkan dua jenis kesadaran diri:

  1. Internal self-awareness: seberapa jernih kamu melihat nilai, minat, cita-cita, reaksi, dan dampakmu ke orang lain. Di risetnya, jenis ini berkaitan dengan kepuasan kerja dan hubungan yang lebih tinggi, serta kecemasan dan stres yang lebih rendah.
  2. External self-awareness: seberapa akurat kamu memahami cara orang lain melihat hal-hal yang sama tentang dirimu. Orang yang tinggi di sini lebih terampil berempati dan melihat dari sudut pandang orang lain.

Keduanya nggak otomatis datang bersamaan. Kombinasi tinggi-rendahnya menghasilkan empat tipe yang dibahas di artikel 4 arketipe self-awareness Tasha Eurich.

Kenapa makin senior justru makin gampang buta?

Salah satu temuan Eurich yang paling relevan buat karir: pengalaman dan kekuasaan bisa menghambat self-awareness. Makin tinggi posisi seseorang, makin sedikit orang yang berani memberi kritik, dan makin kecil pula kemauannya untuk mendengar.

Pemimpin yang dinilai paling efektif lewat 360-degree review di artikel yang sama melawan kecenderungan ini dengan sering meminta masukan kritis, dari atasan, rekan, bawahan, sampai dewan direksi. Merasa sudah paham padahal belum juga ada namanya di psikologi, dan dibahas di artikel efek Dunning-Kruger.

Cara melatih self-awareness untuk karir: 3 langkah

1. Ganti pertanyaan "kenapa" jadi "apa"

Tim Eurich menganalisis transkrip wawancara orang-orang yang sangat self-aware. Kata "why" muncul kurang dari 150 kali, sementara kata "what" muncul lebih dari 1.000 kali. Menurut Eurich, pertanyaan kenapa gampang menyeret ke ruminasi, sedangkan pertanyaan apa membuat kamu tetap objektif dan fokus ke langkah berikutnya.

Contoh dari artikelnya: Jose, veteran industri hiburan yang membenci pekerjaannya. Alih-alih bertanya kenapa dia merasa sangat buruk, dia bertanya situasi apa yang membuatnya merasa buruk dan apa kesamaannya. Jawabannya membuat dia sadar karir itu memang bukan tempatnya, dan dia pindah ke bidang wealth management.

Coba terapkan ke situasi kerja sehari-hari:

  • "Kenapa aku selalu defensif?" jadi "Apa yang dikatakan di rapat tadi sampai aku merasa terancam?"
  • "Kenapa aku malas?" jadi "Apa yang biasanya terjadi 10 menit sebelum aku menunda kerjaan?"
  • "Kenapa aku nggak dipromosikan?" jadi "Apa yang dilakukan orang yang dipromosikan, yang belum aku lakukan?"

2. Cari loving critic

Eurich menemukan orang yang berhasil meningkatkan external self-awareness melakukannya lewat loving critics: orang yang peduli pada kepentinganmu dan mau bilang yang sebenarnya. Supaya nggak bereaksi berlebihan pada satu pendapat, mereka juga mengecek masukan yang berat ke orang lain dulu.

Pilih dua atau tiga orang, misalnya atasan langsung, rekan satu tim, dan teman yang pernah kerja bareng kamu. Ajukan satu pertanyaan yang spesifik:

"Apa satu kebiasaan kerjaku yang menurutmu bikin kerja bareng aku jadi lebih susah?"

Dengarkan sampai selesai, ucapkan terima kasih, dan tahan dulu pembelaanmu sampai keesokan harinya. Kalau dua orang menyebut hal yang sama, itu data yang layak kamu tindak lanjuti.

3. Catat pola kerja 10 menit tiap minggu

Langkah ini nggak berasal dari riset Eurich. Fungsinya menyatukan dua langkah sebelumnya jadi kebiasaan. Setiap Jumat sore, tulis jawaban tiga pertanyaan:

  1. Kerjaan apa yang paling bikin aku berenergi minggu ini?
  2. Keputusan apa yang hasilnya kurang bagus, dan apa yang berbeda dari keputusan yang berhasil?
  3. Masukan apa yang aku terima, dan apa reaksi pertamaku?

Setelah empat atau lima minggu, baca ulang catatanmu. Satu presentasi yang berantakan itu insiden. Kalau persiapan presentasi selalu baru dimulai malam sebelumnya, itu pola, dan pola bisa diubah dengan jadwal yang berbeda.

Kalau masukannya bikin kamu down

Masukan jujur kadang terasa seperti serangan, dan gampang berubah jadi "aku memang nggak becus". Di titik itu yang bekerja sudah self-doubt, dan bedanya dengan self-awareness dibahas di artikel cara membedakan self-awareness dan self-doubt.

Ada juga masukan yang bikin kamu tersinggung berlebihan, jauh di atas ukuran masalahnya. Reaksi seperti itu sering menunjuk ke sisi diri yang belum mau kamu akui, yang dalam psikologi Carl Jung disebut shadow self. Kalau rasa nggak berharga itu menetap berminggu-minggu, ngobrol dengan psikolog akan lebih membantu daripada latihan sendirian.

Cermin BaZi: blind spot yang terbaca di chart

BaZi bisa dipakai sebagai bahan pertanyaan untuk loving critic-mu. Contohnya, data SPYLL membaca Day Master Logam Geng sebagai orang yang tegas dan langsung ke inti, dengan blind spot cara bicara yang terlalu tajam sampai melukai rekan tanpa sengaja.

Kalau Day Master-mu Geng, pertanyaan ke rekanmu bisa lebih tajam: "Pernah nggak cara aku menyampaikan kritik bikin kamu enggan ngomong di rapat?" Chart nggak memastikan kamu begitu, tapi memberi titik awal yang bisa dicek ke orang sungguhan. Gaya kerja tiap elemen dibahas lebih lengkap di artikel membaca gaya kerja lewat BaZi.

Jawaban loving critic jadi lebih mudah dipakai kalau kamu punya bahasa untuk menggambarkan polamu sendiri. Profiling SPYLL memetakan archetype, Day Master, dan kecenderungan kerjamu dari tanggal lahir, jadi kamu bisa membawa satu blind spot spesifik ke obrolan berikutnya dengan atasan atau rekan.

AE

Akhmad Erlangga

· Founder & Framework Architect

Pengembang sistem yang berfokus pada analitik kepribadian dan framework refleksi mandiri. Menyintesis model psikometri mapan dan dinamika perilaku untuk merancang instrumen refleksi terstruktur di Spyll.

Siap kenali dirimu lebih dalam?

Mulai perjalanan self-discovery kamu sekarang.